• Home
  • Hi!
  • Thought
  • Review
  • Trip
instagram

The Random Journal

Mau cari tempat nongkrong di Bandung? Gak usah bingung. Bandung emang gudangnya tempat nongkrong. Salah satu tempat nongkrong yang baru aku coba (sebenernya gak baru baru amat sih, udah nyoba dari tahun lalu dan udah tiga kali juga kesini) adalah D'Cubes Hangout Point yang ada di daerah Setiabudi.

Tempat nongkrong yang terdiri dari dua lantai ini cozy banget untuk ngobrol sama temen-temen. Selain itu, disini juga ada non smoking area, jadi untuk yang kalo nyium asap rokok langsung keleyengan gak usah khawatir, tempatnya juga nyaman banget ko. Gak cuma asik buat nongkrong, D'Cubes juga cocok buat para pencari Wi-Fi yang mau nugas ato browsing-browsing asik sambil cemal-cemil.


Cafe ini mengusung tema western klasik yang didominasi oleh warna coklat, hitam dan putih. Di dindingnya dihiasi mural berbentuk pohon dan poster-poster yang beisi quote-quote yang inspirasional. Meja kayu dan sofa berwarna coklat bagi pengunjung ditata berjajar dengan sangat apik dan rapih.



Menu yang ditawarkan disini banyak banget dan lebih ke makanan tradisional yang diinovasi dengan sentuhan modern, mulai dari cilok, seblak, lupis, tahu crispy, chicken wings, indomie, dll. Selain makanan, ada juga menu dessert dan minuman. Menu minumannya pun beragam, mulai dari juice, coffee & latte, mojito, dll. Pokoknya kalo kesini banyak banget menu yang bisa kita pilih. Rasanya pun cukup enak. Soal harga pun sangat terjangkau, mulai dari 5 ribu sampai 30 ribu.



Selain ngobrol-ngobrol, berWi-Fi ria dan cemal-cemil, kita juga bisa main game sama temen-temen dengan meminjam board games yag disediakan disini. Ada scrabble, ludo, halma, ular tangga, kartu uno dan uno stacko. Ngumpul bareng temen sambil ngegames? Pasti makin betah deh. Lagipula cafe ini buka sampai jam 2 pagi jadi cocok untuk orang-orang yang suka stay out late.

So, when you will come here?



D'Cubes Hangout Point
Jl. Dr. Setiabudi No. 171 Gegerkalong, Bandung
11.00-02.00


Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Nyadar gak sih kalo akhir-akhir ini di media sosial ribut mulu? Tiap hari ada aja komen-komen yang isinya ngata-ngatain orang, ngebully, fitnah dan hate speech lainnya.

Mungkin sebagian dari kita nganggapnya itu salah satu bagian dari kebebasan berpendapat. Tapi dalam ketentuan free speech, ujaran kebencian itu tidak dibenarkan. Malah pelaku hate speech bisa saja mendapatkan sanksi hukum.

Masalah-masalah yang dikomenin pake hate speech itu kadang sebenernya receh banget. Biasanya berita-berita infotainment gitu. Ada artis pindah agama, dikomenin. Yang satu lepas hijab, dinyinyirin. Artis A saingan sama artis B, yang gontok-gontokan fansnya. Saling serang, padahal bukan urusan mereka juga.

Komen-komen yang lebih jahat biasanya bisa dilihat dari berita-berita politik. Ingat dong waktu pilgub Jakarta media sosial ramenya kayak apa. Massa pendukung saling berantem, ngejelekin satu sama lain, ngomongnya kasar. Sesuatu yang sebenernya gak perlu dan gak patut dilakuin. Oke lah ya yang namanya pendukung pasti sebisa mungkin mendukung pilihannya, tapi kan gak perlu dengan cara-cara seperti itu. Selain itu, kadang kita gak bisa fair menilai sesuatu. Apalagi yang menyampaikannya adalah kubu lawan. Walopun pendapatnya bener tetep aja disalahin. Kasarnya sih, 'yang gue dukung pasti bener, kubu lawan selalu salah'. Jadilah comment war yang tidak berkesudahan --"

Kalo keadaan kita kayak gini terus, bukan hal yang mustahil kita akan kehilangan rasa toleransi dan empati ke orang lain karena yang dipikirkan cuma ego sendiri dan merasa paling bener. Padahal kalo kita bisa melihat permasalahan dari berbagai perspektif dan bisa menerima perbedaan, gak akan ada deh komen-komen kasar di media sosial. Perbedaan pendapat itu wajar, dan bisa disampaikan dengan bahasa yang sopan. Lebih jauh lagi mungkin bisa berdiskusi dan saling bertukar pikiran.

So guys, marilah dinginkan hati dan pikiran agar terciptanya kedamaian dalam berkomunikasi di media sosial dan jempol-jempol netizen di media sosial tidak lagi lebih menyeramkan daripada cerita horor.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
"Ngerem mulu lu, emang gak bosen?"
"Gaul dong, Ma. Stres ntar lu di rumah mulu"

Yup, kata-kata itu sering banget aku denger dari temen-temenku. Biasanya mereka ngomong kayak gitu kalo aku udah kelamaan bersemedi. Jadi mereka udah terlalu lama kehilangan radarku.

Actually, I'm an introvert. Aku bisa betah berhari-hari gak keluar rumah, sebisa mungkin menghindari sosialisasi secara langsung dengan orang lain, males jawab telfon, nunda-nunda bales chat dan gak bisa basa-basi. Karena hal-hal yang aku sebutin tadi, gak sedikit orang-orang yang salah paham dan menganggap aku sombong, anti sosial, pemalu, penyendiri dan hal-hal negatif lainnya.

Well, sebenernya aku gak kayak gitu. Aku gak anti sosial ato gak bisa bergaul secara sosial, hanya saja aku lebih nyaman berinteraksi dengan sedikit orang. Aku akan dengan senang hati keluar rumah untuk ketemuan sama orang yang bisa ngasih aku ilmu, wawasan, saran ato sesuatu yang bermanfaat. Dan bisa dipastikan lingkaran pertemanan seperti itu yang akan aku jaga. Soal aku gak begitu nyaman berinteraksi dengan banyak orang karena keramaian bisa bikin aku cepet capek dan sangat menguras energi.

Aku memang suka dengan keadaan tenang, sepi dan sering menyendiri (sampe ada temen yang bilang kalo aku itu manusia goa yang takut sama sinar matahari dan keramaian, haha) tapi percayalah aku menyendiri bukan tanpa tujuan. Menyendiri ini aku pakai untuk mengumpulkan energi. Aku kadang sebel kalo ada orang yang mengasihani aku karena senang menyendiri dan gak terlihat bahagia bagi mereka. Hey, I don't have to look happy to be happy.

Makhluk-makhluk introvert sepertiku juga sering disamakan dengan orang-orang yang pemalu, padahal introvert dan pemalu itu sesuatu yang berbeda. Introvert merupakan salah satu jenis temperamen manusia sedangkan pemalu adalah masalah kurangnya rasa percaya diri saat berada dalam situasi sosial. Jadi sebenarnya rasa malu itu gak cuma bisa terjadi pada orang introvert, orang ekstrovert pun bisa mengalaminya.

Dalam sebuah obrolan ato diskusi aku memang lebih banyak diam dan hanya berpartisipasi sebagai pendengar, tapi itu bukan berarti gak ngerti ato gak peduli, aku cuma memilah, apa dan kapan harus ngomong.

Nah, buat yang punya temen dengan karakter yang mirip-mirip denganku, pahami aja ya, mereka gak seaneh yang dipikirkan kok :))




Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Newer Posts
Older Posts

Slice of Lyfe

Labels

  • PERSONAL THOUGHT
  • POEM
  • REVIEW
  • TRIP

Popular Posts

  • Menjadi Seorang INFP
  • Pengalaman Mempunyai Akun Online Dating
  • Kursus Online di Udemy
  • MENIKAH.
  • Menikmati Kopi di Tuang Cafe

Blog Archive

  • ▼  2019 (1)
    • ▼  February 2019 (1)
      • Firefly Coffee Shop, Menawarkan Kopi Khas Papua
  • ►  2018 (32)
    • ►  December 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (5)
    • ►  June 2018 (7)
    • ►  May 2018 (5)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (3)
    • ►  February 2018 (1)
    • ►  January 2018 (4)
  • ►  2017 (11)
    • ►  December 2017 (11)
Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose