• Home
  • Hi!
  • Thought
  • Review
  • Trip
instagram

The Random Journal

Wow, it's almost 3 years ago! Gegara kangen piknik, buka-buka folder poto di laptop lalu nemu ini. Gak banyak poto yang aku ambil waktu itu karena terlalu bahagia nikmatin pemandangannya. Hihi. Waktu itu Bromo lagi erupsi tapi masih aman untuk dikunjungi, cuma ga bisa ke kawahnya.

Yang aku ingat, jam 3 pagi di Bromo itu dingiiiiin banget. Pas wudhu airnya udah kayak air kulkas. Anginnya kenceng dan dingin. Jaket, sarung tangan, kaos kaki semua dipake. Udah heboh banget deh pokoknya. 

Sunrise dilihat dari Sunrise View Point Mount Bromo





Pasir Berbisik Bromo

Savana Bromo

Sekali-kali in frame boleh lah yaa 😎
Jadi inti dari postingan ini adalah pingin kesana lagi. Maafkan atas postingan yang gak ada faedahnya ini. Hahaha
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Beropini boleh kan? Boleh dong. Jadi gini, beberapa hari yang lalu di dunia maya lagi heboh banget karena ada case yang dialami oleh salah satu influencer Indonesia. Kebetulan aku adalah salah satu followers-nya di instagram. Kenapa aku nge-follow dia? Karena dia itu keren banget menurutku. Cerdas, wawasannya luas, kritis, pokoknya inspiring person banget deh.

Nah beberapa hari yang lalu dia mendapatkan sexual harassment secara verbal di DM instagram. Kemudian dia bikin instastory yang nunjukin isi DM-nya plus poto pengirim DM itu, dan ternyata itu fake account yang pake poto orang. Setelah tau kalo itu fake account, dia langsung konfirmasi di instastory-nya.

Si pemilik poto yang asli kemudian menghubungi si influencer ini untuk take down his photo dari instastory karena dia mendapatkan banyak komen negatif dari orang-orang yang ngira kalo dia adalah orang yang nge-DM si influencer itu. Karena merasa gak ditanggapi oleh si influencer, si pemilik poto ini membuat instastory dengan permintaan yang sama, namun si influencer ini merasa kata-kata si pemilik poto itu memojokkan dia. Lalu terjadilah ribut-ribut di DM mereka. Si influencer ini mungkin karena lagi emosi jadinya speak harmful gitu ke si pemilik poto. Kata-katanya lumayan kasar lah ya.

Kalo baca isi DM-nya sih kayanya masalahnya bisa diselesaikan tanpa harus ribut-ribut. Menurutku sih si pemilik poto ini cuma pingin si influencer meminta maaf dengan benar dan tulus, bukannya terus menerus mengklarifikasi dan sampai mengeluarkan kata-kata yang kasar.

Pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini sih menurutku belajar untuk mengontrol emosi. Kita memang gak bisa menghindari apapun yang bisa bikin kita emosi tapi paling tidak kita bisa berusaha untuk mengendalikan reaksi kita saat emosi.

Selain itu kita juga harus belajar untuk mendengarkan orang lain. Bukan hanya mendengarkan untuk memberi respond tapi juga mendengarkan untuk memahami apa yang orang lain katakan dan butuhkan. Tuhan ngasih kita dua telinga dan satu mulut mungkin dengan maksud agar kita lebih sering mendengarkan daripada berbicara.

Kita juga jangan gengsi untuk meminta maaf dan merasa berat hati untuk memberi maaf. A little apology won't hurt, right? Ada video seorang dokter yang aku tonton di Facebook bilang gini, "Saya ndak pernah gengsi untuk meminta maaf, karena makin tua makin banyak dosa, bukan makin bener, makanya makin tua harus makin wise."

Nah, marilah belajar untuk lebih bisa mendengarkan orang lain dan tidak gengsi untuk meminta dan memberi maaf for living life in peace.

Oia, ini agak out of the topic sih, buat yang berwajah manis, manja dan ngegemesin baiknya lebih berhati-hati dalam nge-share poto biar gak disalahgunakan sama orang-orang yang gak bertanggungjawab.

Ehm... it's just my opinion ya, guys. Maaf-maaf kalo ada yang gak sependapat ato merasa tersinggung dengan kata-kataku. Keep love, peace and gawls 😎

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Oke di postingan kali ini aku akan sharing tentang pengalamanku mempunyai akun online dating. Walaupun pada kenyataannya online dating sudah berkembang dari beberapa tahun yang lalu, ga sedikit orang-orang yang masih skeptis dengan keberadaannya. Banyak orang yang menganggap bahwa orang-orang yang ada di dalamnya itu adalah orang-orang yang desperate. Haha bisa jadi sih, eh tapi engga deng. Dan seperti yang banyak diberitakan kalo orang-orang di online dating itu pembohong, penipu dan bahkan scammer. Tapi sebenarnya online dating ga se-creepy itu ko. Kitanya aja harus pinter-pinter dalam memilah dan memilih orang. Kenapa aku bisa bilang gitu? Karena ada dua orang temanku yang menikah dan sampai sekarang kehidupannya harmonis dari hasil berkenalan secara online. Ada juga temanku yang walopun ga menjalin romantic relationship tapi jadi temen yang asik.

Awalnya aku memang ga ada niatan untuk ikutan online dating sih tapi temenku ngasih saran untuk join, katanya biar aku ga terlalu kaku ngobrol sama lawan jenis. Haha. Nah akhirnya aku ikutin deh saran temenku itu. Ga cuma satu akun, aku langsung bikin dua. Hahaha. Jadi temenku yang A nyuruh bikin akun di muslima.com dan yang B nyaranin bikin akun di indonesiancupid.com, yo wis lah ya aku turutin saran dua-duanya. Aku sih ga berekspektasi lebih ya pas bikin akun ini, ya itung-itung nambah temen baru aja.

Pas bikin akunnya aku sih curiga ya antara muslima.com dan indonesiancupid.com ini web designernya sama, soalnya tampilannya sama persis, beda di warna sama logonya doang. Haha.

Jadi pas bikin akun, kita harus ngisi beberapa data, seperti data pribadi, preferensi terhadap pasangan, kayak agamanya apa, tinggalnya dimana, rentang umurnya berapa, jenjang pendidikannya gimana, faktor kebiasaan (merokok ato engga), dll. Setelah data diisi, submit, then kita udah bisa langsung pake deh.

Oia kita juga diperkenankan untuk pasang poto. Tapi awal-awal sih aku engga. Soalnya satu-satunya poto yang ada di galeri hapeku ditolak pihak online dating karena potonya ga menunjukkan mukaku dengan jelas. Di potonya memang mukaku setengahnya ketutupan bunga sih, haha.

Karena temenku yang nyuruh bikin akun itu bawelnya luar biasa, pas tau aku belum pasang poto, dia ngomel-ngomel "Yaelah gimana mau ada yang nyamperin kalo ga pasang poto. Aturan tuh pasang potonya yang cantik dan menarik." Denger gitu sih aku langsung jiper ya, apalah aku yang cuma remah-remah biskuit Milna. Akhirnya aku pasang poto yang seadanya.

Oia di akun muslima.com itu rata-rata orang luar negeri, jadi lumayan lah sekalian belajar bahasa Inggris, hehe. Kalo indonesiancupid.com sih orang Indonesia. As I said before, kita harus pinter milih orang karena memang ga semuanya jujur dan baik. So far so good sih. Aku jadi user online dating selama kurang lebih dua minggu. Saat mau delete account kita harus ngisi alasan kenapa kita mau nutup akunnya.

Beberapa minggu setelah delete account, aku bikin akun baru di setipe.com, ini atas saran temen juga. Kalo yang ini sih data yang harus kita isi pas bikin akun lebih banyak ya. Malah ada kayak psikotes gitu untuk nentuin personality kita, jadi ntar di-match sama orang yang kurang lebih personalitynya mirip dengan kita. Dan aku jadi usernya cuma selama tiga hari. Hehe. Dari ketiga online dating itu aku cuma ngasih kontak pribadi ke satu orang temen aja, yang lainnya sih sebatas chatting di aplikasi online datingnya aja.

Menurut pengalamanku, you dont have too much worry ya sama online dating. Ga semua orang di dalemnya kacau ko. Asal kita bisa milih aja, dan kita bisa memfilter informasi apa aja yang mau kita kasih ke orang. Kalo hati-hati sih harus banget.

Kalo masih ada yang skeptis dengan online dating, gini deh, memangnya ada jaminan kalo ketemu secara offline bakalan mulus-mulus aja? Ga akan nemuin tukang bohong dan tukang tipu? I dont think so. Ayu ting ting aja kebingungan gegara nyari alamat palsu. Iya kan? Intinya sih mau online ato offline, kita harus tetep hati-hati aja, jangan gampang percaya. Dan jangan lupa minta sama Allah untuk dijauhkan dari keburukan 😁

Kita harus open minded kali ya. Online dating ada pasti karena ada demand-nya kan. Bisa bantu orang-orang yang kesulitan cari pasangan secara konvensional karena kesibukan mungkin. Ini juga salah satu bentuk ikhtiar kan.

Yeah its just my opinion yaa...

Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Newer Posts
Older Posts

Slice of Lyfe

Labels

  • PERSONAL THOUGHT
  • POEM
  • REVIEW
  • TRIP

Popular Posts

  • Menjadi Seorang INFP
  • Pengalaman Mempunyai Akun Online Dating
  • Kursus Online di Udemy
  • MENIKAH.
  • Menikmati Kopi di Tuang Cafe

Blog Archive

  • ▼  2019 (1)
    • ▼  February 2019 (1)
      • Firefly Coffee Shop, Menawarkan Kopi Khas Papua
  • ►  2018 (32)
    • ►  December 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (5)
    • ►  June 2018 (7)
    • ►  May 2018 (5)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (3)
    • ►  February 2018 (1)
    • ►  January 2018 (4)
  • ►  2017 (11)
    • ►  December 2017 (11)
Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose