Manusia Goa

by - January 19, 2018


"Ngerem mulu lu, emang gak bosen?"
"Gaul dong, Ma. Stres ntar lu di rumah mulu"
Yup, kata-kata itu sering banget aku denger dari temen-temenku. Biasanya mereka ngomong kayak gitu kalo aku udah kelamaan bersemedi. Jadi mereka udah terlalu lama kehilangan radarku.
Actually, I'm an introvert. Aku bisa betah berhari-hari gak keluar rumah, sebisa mungkin menghindari sosialisasi secara langsung dengan orang lain, males jawab telfon, nunda-nunda bales chat dan gak bisa basa-basi. Karena hal-hal yang aku sebutin tadi, gak sedikit orang-orang yang salah paham dan menganggap aku sombong, anti sosial, pemalu, penyendiri dan hal-hal negatif lainnya.
Well, sebenernya aku gak kayak gitu. Aku gak anti sosial ato gak bisa bergaul secara sosial, hanya saja aku lebih nyaman berinteraksi dengan sedikit orang. Aku akan dengan senang hati keluar rumah untuk ketemuan sama orang yang bisa ngasih aku ilmu, wawasan, saran ato sesuatu yang bermanfaat. Dan bisa dipastikan lingkaran pertemanan seperti itu yang akan aku jaga. Soal aku gak begitu nyaman berinteraksi dengan banyak orang karena keramaian bisa bikin aku cepet capek dan sangat menguras energi.
Aku memang suka dengan keadaan tenang, sepi dan sering menyendiri (sampe ada temen yang bilang kalo aku itu manusia goa yang takut sama sinar matahari dan keramaian, haha) tapi percayalah aku menyendiri bukan tanpa tujuan. Menyendiri ini aku pakai untuk mengumpulkan energi. Aku kadang sebel kalo ada orang yang mengasihani aku karena senang menyendiri dan gak terlihat bahagia bagi mereka. Hey, I don't have to look happy to be happy.
Makhluk-makhluk introvert sepertiku juga sering disamakan dengan orang-orang yang pemalu, padahal introvert dan pemalu itu sesuatu yang berbeda. Introvert merupakan salah satu jenis temperamen manusia sedangkan pemalu adalah masalah kurangnya rasa percaya diri saat berada dalam situasi sosial. Jadi sebenarnya rasa malu itu gak cuma bisa terjadi pada orang introvert, orang ekstrovert pun bisa mengalaminya.
Dalam sebuah obrolan ato diskusi aku memang lebih banyak diam dan hanya berpartisipasi sebagai pendengar, tapi itu bukan berarti gak ngerti ato gak peduli, aku cuma memilah, apa dan kapan harus ngomong.
Nah, buat yang punya temen dengan karakter yang mirip-mirip denganku, pahami aja ya, mereka gak seaneh yang dipikirkan kok :))




You May Also Like

2 comments

  1. Bahkan aku yg tergolong ekstrovert juga ada waktu untuk masuk goa.. Hihi selama masuk goa itu bermanfaat buat diri sndiri, knp ga? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banget, mba.
      Wah berarti mba ekstrovert yang jago ngatur speednya :)

      Delete