Jempol Zaman Now

by - January 26, 2018


Nyadar gak sih kalo akhir-akhir ini di media sosial ribut mulu? Tiap hari ada aja komen-komen yang isinya ngata-ngatain orang, ngebully, fitnah dan hate speech lainnya.
Mungkin sebagian dari kita nganggapnya itu salah satu bagian dari kebebasan berpendapat. Tapi dalam ketentuan free speech, ujaran kebencian itu tidak dibenarkan. Malah pelaku hate speech bisa saja mendapatkan sanksi hukum.

Masalah-masalah yang dikomenin pake hate speech itu kadang sebenernya receh banget. Biasanya berita-berita infotainment gitu. Ada artis pindah agama, dikomenin. Yang satu lepas hijab, dinyinyirin. Artis A saingan sama artis B, yang gontok-gontokan fansnya. Saling serang, padahal bukan urusan mereka juga.

Komen-komen yang lebih jahat biasanya bisa dilihat dari berita-berita politik. Ingat dong waktu pilgub Jakarta media sosial ramenya kayak apa. Massa pendukung saling berantem, ngejelekin satu sama lain, ngomongnya kasar. Sesuatu yang sebenernya gak perlu dan gak patut dilakuin. Oke lah ya yang namanya pendukung pasti sebisa mungkin mendukung pilihannya, tapi kan gak perlu dengan cara-cara seperti itu. Selain itu, kadang kita gak bisa fair menilai sesuatu. Apalagi yang menyampaikannya adalah kubu lawan. Walopun pendapatnya bener tetep aja disalahin. Kasarnya sih, 'yang gue dukung pasti bener, kubu lawan selalu salah'. Jadilah comment war yang tidak berkesudahan --"

Kalo keadaan kita kayak gini terus, bukan hal yang mustahil kita akan kehilangan rasa toleransi dan empati ke orang lain karena yang dipikirkan cuma ego sendiri dan merasa paling bener. Padahal kalo kita bisa melihat permasalahan dari berbagai perspektif dan bisa menerima perbedaan, gak akan ada deh komen-komen kasar di media sosial. Perbedaan pendapat itu wajar, dan bisa disampaikan dengan bahasa yang sopan. Lebih jauh lagi mungkin bisa berdiskusi dan saling bertukar pikiran.

So guys, marilah dinginkan hati dan pikiran agar terciptanya kedamaian dalam berkomunikasi di media sosial dan jempol-jempol netizen di media sosial tidak lagi lebih menyeramkan daripada cerita horor.

You May Also Like

0 comments