You Live Your Own Life

by - December 11, 2017


Sepertinya di masyarakat kita ngomongin orang udah jadi hal yang mendarah daging ya. Nanya-nanya kepo dan banding-bandingin orang sering banget kita dengar dari teman dan tetangga sekitar rumah kita. Such as "Eh kerja dimana sekarang?" ato bisik-bisik tetangga "Si A udah umur segitu ko belum nikah ya?". Kadang para orang tua juga hobi bandingin anaknya secara langsung ato gak langsung. Familiar dong dengan perkataan, "Anaknya teman Mama udah nikah loh, Mama kapan ya punya mantu?".

Omongan-omongan seperti itu secara langsung ato gak langsung memberi efek terhadap orang yang diomongin karena biasanya orang yang kena sasaran jadi bahan omongan orang adalah orang-orang yang dianggap kondisi hidupnya belum ideal menurut masyarakat.

Orang-orang di umur akhir 20-an biasanya mengalami insecure terhadap pencapaian hidupnya. Rasa gak puas dan gak pede terhadap apa yang terjadi di hidup kita menjadi pemicunya. Apalagi jika kondisi hidup kita berada di bawah mereka yang tadinya setara dengan kita. Kita pasti merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung di dunia ini dan ujung-ujungnya mengutuki diri sendiri.

Untuk keadaan jiwa yang lebih damai dan tentram, kayaknya kita harus meng-eliminate omongan-omongan orang yang bisa bikin tingkat insecurity kita tinggi. Jangan terlalu memusingkan ekspektasi masyarakat and just accepting our bounded potential. Kita lagi gak berkompetisi ko sama orang lain. 

Jadi, kalo temen kita udah nikah di umur 25 sedangkan kita masih sendiri di usia 28, there's nothing wrong with you. Tetangga kita udah dapetin dream job mereka di umur 30 tapi kita belum. It's okayBecause there are no rules to lifeJust go at your own speedBecause you live your own life.

You May Also Like

0 comments